NAMA : RACHEL AZKADELA
NPM : 25215485
KELAS : 1EB20
BIOGRAFI
RIO HARYANTO
PEMBALAP
MUDA TERBAIK DI INDONESIA
Nama
Rio Haryanto akhir-akhir ini menjadi perbincangan masyarakat. Namanya mulai
dikenal masyarakat ketika ia berhasil menjuarai beberapa seri di balapan GP2
(Grand Prix Formula 2), namanya kemudian banyak menjadi headline di
berbagai media takkala ia masuk sebagai salah satu pembalap di ajag formula 1
yang paling bergengsi. Mengenai profil dan biografi Rio Haryanto sendiri, ia
lahir pada tanggal 22 januari 1993 di kota Solo, Jawa Tengah. Ayahnya bernama
Sinyo Haryanto dan ibunya bernama Indah Pennywati. Rio Haryanto diketahui
merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara.
Mulai Balapan di Usia 6 tahun
Mulai Balapan di Usia 6 tahun
Ayah
Rio Haryanto dikenal sebagai mantan pembalap nasional, ia selalu menanamkan
sikap disiplin kepada anak-anaknya. Dan ibarat pepatah 'buah jatuh tak jauh
dari pohonnya', Rio Haryanto sejak kecil sangat menyukai tantangan seperti
ayahnya. Saat berumur 6 tahun, Rio Haryanto sudah mulai mengemudikan gokart dan
mengikuti balapan pada tahun 1999 dan prestasinya ia berhasil keluar sebagai
juara nasional kelas kadet pada tahun 1999.
Ryo Haryanto berkiprah di dunia balap Gokart dari selama 7 tahun dan berbagai prestasi ia raih dalam dunia balap gokart seperti penghargaan atlet junior terbaik pada tahun 2005 dan tahun 2006 oleh Ikatan Motor Indonesia. Ia juga berhasil keluar sebagai juara pertama dalam ajang Asian Karting Open Championship seri 1 di sirkuit Guia, Makau, Cina.
Kemudian pada tahun 2008, Ryo Haryanto kemudian memulai karir profesionalnya sebagai pembalap mobil. Ia mengikuti tiga ajang yaitu Asian Formula Challenge, Formula Asia 2.0 dan BMW Pasific di benua Asia. Dalam jang tersebut, ia sempat menjadi yang tercepat di ajang Formula Asia 2.0, berhasil memenangkan dua seri dalam ajang tersebut dan keluar sebagai juara tiga di ajang tersebut.
Pada tahun 2009, ia kemudian mulai mengikuti kompetisi balap di di banyak seri seperti Australian Drivers Championship, Asian Formula Renault Challenge dan BMW PAsific. Dalam kejuaraan BMW PAsific, Ia bergabung dalam team Meritus asal Malaysia dan Rio Haryanto berhasil memenangkan 11 seri dari 15 seri secara keseluruhan.
Target utama Rio Haryanto adalah bisa masuk dalam ajang Formula 1 Dunia. Untuk itu pada tahun 2010, berkat beberapa dukungan sponsor, ia kemudian berhasil mengikuti ajang GP3 Europe Series. Hasilnya ia berhasil keluar sebagai juara dalam dalam seri balapan yang diadakan di Turki, kemudian ia berhasil meraih 1st Runner Up di seri Silverstone dan 2nd Runner Up di Italy. Rio juga keluar sebagai The Best Driver Manor Racing. Berkat kemenangan Rio Haryanto di GP3 lah lagu Indonesia Raya berkumandang pertama kali di ajang balapan di benua Eropa.
Rio Haryanto Masuk di Ajang GP2 Series
Ryo Haryanto berkiprah di dunia balap Gokart dari selama 7 tahun dan berbagai prestasi ia raih dalam dunia balap gokart seperti penghargaan atlet junior terbaik pada tahun 2005 dan tahun 2006 oleh Ikatan Motor Indonesia. Ia juga berhasil keluar sebagai juara pertama dalam ajang Asian Karting Open Championship seri 1 di sirkuit Guia, Makau, Cina.
Kemudian pada tahun 2008, Ryo Haryanto kemudian memulai karir profesionalnya sebagai pembalap mobil. Ia mengikuti tiga ajang yaitu Asian Formula Challenge, Formula Asia 2.0 dan BMW Pasific di benua Asia. Dalam jang tersebut, ia sempat menjadi yang tercepat di ajang Formula Asia 2.0, berhasil memenangkan dua seri dalam ajang tersebut dan keluar sebagai juara tiga di ajang tersebut.
Pada tahun 2009, ia kemudian mulai mengikuti kompetisi balap di di banyak seri seperti Australian Drivers Championship, Asian Formula Renault Challenge dan BMW PAsific. Dalam kejuaraan BMW PAsific, Ia bergabung dalam team Meritus asal Malaysia dan Rio Haryanto berhasil memenangkan 11 seri dari 15 seri secara keseluruhan.
Target utama Rio Haryanto adalah bisa masuk dalam ajang Formula 1 Dunia. Untuk itu pada tahun 2010, berkat beberapa dukungan sponsor, ia kemudian berhasil mengikuti ajang GP3 Europe Series. Hasilnya ia berhasil keluar sebagai juara dalam dalam seri balapan yang diadakan di Turki, kemudian ia berhasil meraih 1st Runner Up di seri Silverstone dan 2nd Runner Up di Italy. Rio juga keluar sebagai The Best Driver Manor Racing. Berkat kemenangan Rio Haryanto di GP3 lah lagu Indonesia Raya berkumandang pertama kali di ajang balapan di benua Eropa.
Rio Haryanto Masuk di Ajang GP2 Series
Berkat
prestasinya di GP3, Ryo Haryanto kemudian ikut dalam kejuaraan GP Formula 2
pada tahun 2012. Ia bergabung dalam team Carlin GP2 Team.Di tahun itu juga ia
pertama kali mencoba mobil balap
Rio
membalap pertama kali di seri ini pada 2012 bersama Carlin GP2 Team. Pada tahun
itu juga, Rio juga berkesempatan untuk menjajal mobil F1 milik Marussia F1 Team
sebanyak 79 lap ada sebuah uji coba pebalap muda F1 di Sirkuit Silverstone,
Inggris. Hasil itu membawa Rio menjadi orang Indonesia pertama yang memenuhi
syarat untuk mendapatkan FIA superlisence, merupakan syarat yang wajib
dimiliki calon pebalap F1.
Pada
tahun 2013, Rio memutuskan bergabung dengan Addax Team, namun sayangnya Rio
mendapatkan hasil yang buruk dengan hanya mampu mendapat poin pada 4 balapan.
Meskipun demikian, ia sempat meraih podium pertamanya dengan menempati
peringkat 2 pada sprint race yang berlangsung di Silverstone, Inggris.
Kecewa
akan performa mobil dan mekanik, Rio memutuskan pindah ke Caterham untuk musim
2014 setelah mencatatkan hasil yang memuaskan pada tes di Abu Dhabi.. Ia berpasangan
dengan Alexander
Rossi dari Amerika Serikat.
Di
musim 2015, dia bergabung dengan tim Campos Racing. Setelah mengambil podium
ke 2 di Feature Race dalam seribahrain, Rio mengambil kemenangan pertama di GP2 pada Sprint
Race keesokan harinya. Dia meraih kemenangan kedua dalam seri sprint race Austria meskipun sayap
depan mobilnya telah rusak. Rio juga mendapatkan kesempatan untuk menjajal
mobil F1 milik Manor pada sesi tes pascamusim yang diadakan Pirelli pada bulan
Desember sebanyak 55 lap dengan catatan waktu terbaik 1:49.593 dan berada pada
peringkat 15 dari 16 peserta.
Advertisement
formula
1 milik team Marussia F1 dalam sebuah uji coba di sirkuit Silrverstone,
Inggris. Hal itu juga yang membuat Rio berhasil memenuhi syarat untuk
mendapatkan FIA Superlicense yaitu lisensi yang wajib dimiliki untuk pembalap
yang ingin berkiprah di ajang Formula 1, ia juga orang pertama asal Indonesia
yang berhasil mendapatkannya.
Di tahun 2013, Ia kemudian bergabung dengan team GP2 Addax Team, namun di team tersebut Rio mencatatkan hasil yang kurang bagus sedikit poin yang ia dapatkan dalam 4 seri balapan, meskipun selama bergabung di team tersebut ia sepmpat meraih podium pertama di sirkuit Silverstone, Inggris. Karena performa mobil dan mekanik yang buruk, Rio Haryanto kemudian pindah ke Team Caterham GP2 pada musim 2014 berpasangan dengan pembalap Alexander Rossi dari Amerika Serikat.
Kemudian memasuki tahun 2015, Rio Haryanto kemudian memilih bergabung dengan team Campos Racing. Ia berhasil keluar sebagai runner up di seri GP Formula 2 yang diadakan di Bahrain. Kemudian ia juga berhasil keluar sebagai juara dua dalam balapan yang diadakan di Autria. Hasilnya ia keluar sebagai juara 4 dalam GP2. Prestasi terbut dapat dijadikan sebagai batu loncatan untuk masuk kedalam ajang Formula 1 sembari mencari sponsor untuk mendukung Rio Haryanto dalam balapan Formula 1.
Rio Haryanto Menjadi Pembalap Formula 1
Di tahun 2013, Ia kemudian bergabung dengan team GP2 Addax Team, namun di team tersebut Rio mencatatkan hasil yang kurang bagus sedikit poin yang ia dapatkan dalam 4 seri balapan, meskipun selama bergabung di team tersebut ia sepmpat meraih podium pertama di sirkuit Silverstone, Inggris. Karena performa mobil dan mekanik yang buruk, Rio Haryanto kemudian pindah ke Team Caterham GP2 pada musim 2014 berpasangan dengan pembalap Alexander Rossi dari Amerika Serikat.
Kemudian memasuki tahun 2015, Rio Haryanto kemudian memilih bergabung dengan team Campos Racing. Ia berhasil keluar sebagai runner up di seri GP Formula 2 yang diadakan di Bahrain. Kemudian ia juga berhasil keluar sebagai juara dua dalam balapan yang diadakan di Autria. Hasilnya ia keluar sebagai juara 4 dalam GP2. Prestasi terbut dapat dijadikan sebagai batu loncatan untuk masuk kedalam ajang Formula 1 sembari mencari sponsor untuk mendukung Rio Haryanto dalam balapan Formula 1.
Rio Haryanto Menjadi Pembalap Formula 1
Kemudian
memasuki tahun 2016, Rio Haryanto berhasil masuk dalam ajang balapan jet darat
paling bergengsi di dunia yaitu Formula 1 dengan bergabung di Team Manor
Marussia Racing F1 setelah berhasil memenuhi syarat dengan mempunyai
superlicense F1 dan juga memiliki dana sponsor sebesar 15 juta Euro yang
berhasil ia himpun dari berbagai sponsor. Hal ini menjadikan Rio Haryanto
sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil masuk dalam kejuaraan Formula
1 dunia. Di Manor Racing, ia berpasangan dengan pembalap Pascal Wehlein asal
Jerman. Rio Haryanto kini tinggal di Singapura sembari kuliah di FTMS Global
Singapore di jurusan Bisnis Management.
Sejak
tahun 2010 pasca menjuarai Formula BMW Asia Pacific, Rio Haryanto mendaftar
sebagai pembalap profesional di Akademi Balap Virgin Racing' ia satu-satunya
pembalap Asia yang menjadi siswa di akademi tersebut dan mendapat kesempatan
menjadi Test Driver sekaligus pembalap cadangan Virgin Racing hingga tahun
2012.
Tahun
2012 Virgin Racing berganti nama menjadi Marussia F1 Team setelah dibeli
Ferrari Driver Academy dan Rio turut menjadi siswa di akademi itu pula, dan
pada tahun 2014 Rio menjadi Test Driver cadangan Marussia F1 Team menggantikan
Jules Bianchi yang mengalami kecelakaan di Sirkuit Suzuka.
Dan
kesempatan menjadi pembalap F1 terbuka setelah pada tanggan 17 Juli 2015, Jules
Bianchi wafat. Maka Rio diberi kursi sebagai pembalap F1 yang sudah ditinggal
Bianchi.
Namun,
Rio harus bersaing dengan Roberto Merhi dan Alexander Rossi untuk menjadi
pembalap F1 di Marussia F1 Team' maka dengan susah payah Rio berhasil menjadi
pembalap F1 di Marussia F1 Team, konon statusnya di Marussia F1 Team adalah
sebagai Pay Driver.
Rio
Haryanto berlaga di ajang Formula 1 atau Formula Satu membela
Tim Manor
Racing F1 (dahulu Marussia F1 Team) di tahun 2016 setelah
meraih hasil terbaiknya di GP2pada
tahun 2015 dengan menempati peringkat keempat.
Rio
membutuhkan dana sebesar 15 juta Euro atau senilai Rp226 Miliar untuk dapat
mengikuti kejuaraan F1 di bawah Tim Manor Racing. Sebelumnya, PT.
Pertamina yang telah mensponsori Rio di ajang GP2, berjanji
akan memberikan dana sebesar 5 juta Euro. Untuk melengkapi kebutuhan dana yang
juga harus berkejaran dengan tenggat pelunasan ke Tim Manor Racing, Rio dan
manajemennya telah meminta bantuan kepada pemerintah melalui Kemenpora serta
berbagai pihak.
Setelah
menanti keputusan panjang, pada tanggal 18 Februari 2016, Tim Manor Racing
secara resmi mengumumkan Rio Haryanto menjadi pebalap kedua mereka yang akan
mengikuti kejuaraan F1 musim 2016 menemani pebalap asal Jerman, Pascal Wehrlein selama
satu musim penuh, setelah sempat merebak rumor akan adanya "bagi-bagi
kursi" di antara tiga pebalap yang bersaing masuk ke tim Manor.
BIODATA LENGKAP RIO HARYANTO
Nama
Lahir: Rio Haryanto
Tempat
lahir: Solo, Indonesia
Tanggal
lahir: 22 Januari 1993
Kebangsaan:
Indonesia
Alamat
rumah: Jalan slamet riyadi nomor 358, Solo
Agama:
Islam
Ayah:
Sinyo Haryanto
Ibu:
Indah Pennywati
Saudara:
Roy Haryanto, Rizky Haryanto, Ryan Haryanto
Penghargaan Yang Pernah Diraih
Rio Haryanto
2009
FORMULA RENAULT ASIA 2009
• Runner Up Seri 2, Shanghai-China, 23-24 Mei
• Runner Up Seri 1, Shanghai-China, 23-24 Mei
FORMULA BMW PACIFIC 2009
• CHAMPION Formula BMW Pacific 2009
• Tempat Ke 3 Seri 15, Guia-Macau, 20-22 November
• Tempat Ke 2 Seri 14, Okayama-jepang, 30 Okt-1 Nov
• Tempat Ke 2 Seri 13, Okayama-jepang, 30 Okt-1 Nov
• Tempat Ke 4 Seri 12, Marina Bay-Singapore, 25-27 September
• Runner Up Seri 11, Marina Bay-Singapore, 25-27 September
• Juara Seri 10, Sentul-Indonesia, 14-16 Agustus
• Juara Seri 9, Sentul-Indonesia, 14-16 Agustus
• Juara Seri 8, Sentul-Indonesia, 14-16 Agustus
• Juara Seri 7, Sentul-Indonesia, 14-16 Agustus
• Juara Seri 6, Sepang-Malaysia, 29-31 Mei
• Tempat Ke 4 Seri 5, Sepang-Malaysia, 29-31 Mei
• Tempat Ke 3 Seri 4, Sepang-Malaysia, 29-31 Mei
• Juara Seri 2, Sepang-Malaysia, 2-5 April
• Tempat Ke 3 Seri 1, Sepang-Malaysia, 2-5 April
• F3 AUSTRALIA DRIVER CHAMPIONSHIP Runner up N Class, 23 Agustus
2010
GP3 EUROPE SERIES
• Pebalap termuda di dunia yang mengikuti tes drive F1, 16 November 2010
• Juara 5, Klasemen akhir GP3, 13 September 2010
• Juara 3, Seri 8 Race 1, Monza-Italia, 12 September 2010
• Juara 2, Seri 4 Race 1, Silverstone-Inggris, 10 Juli 2010
• Juara 4, Seri 3 Race 2, Valencia-Spanyol, 27 Juni 2010
• Juara 6, Seri 3 Race 1, Valencia-Spanyol, 26 Juni 2010
• Juara 1, Seri 2 Race 2, Instanbul-Turki, 30 Mei 2010
• Juara 8, Seri 2 Race 1, Instanbul-Turki, 29 Mei 2010
2011
GP3 EUROPE SERIES
• Juara 1, Seri 5 Race 1, Nurburgring - Jerman 23 Juli 2011
• Juara 1, Seri 6 Race 2, Budapest - Honggaria, 31 Juli 2011
2012 -GP2
-F1 Test di Silverstone (Marussia F1 Team)
Duta anti narkoba 2009,duta komodo 2010
REFERENSI







Tidak ada komentar:
Posting Komentar