NAMA : RACHEL AZKADELA
NPM : 25215485
KELAS : 1EB20
BAHAYA
JUNK FOOD atau
MAKANAN
CEPAT SAJI BAGI KESEHATAN
Siapa
yang tidak suka menyantap makanan jenis fast food atau cepat saji,
sepertinya sulit untuk disangkal jika hampir semua orang pernah menyantapnya . Baik
saat belanja di supermarket atau saat di rumah ketika menonton film kita juga
ditemani dengan makanan junk food.
Selain
itu, dalam setiap kesempatan mengkonsumsi makanan jenis junk food, juga
mengkonsumsi minuman bersoda sebagai penambah selera dalam makanan. Dan
hal ini umumnya tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa tapi juga anak-anak.
Junk
food, saat ini merupakan makanan yang paling banyak dijumpai di mana-mana dan
banyak dikonsumsi orang, alasannya antara lain mudah didapat, harga relatif
murah, rasa yang enak dan penampilan yang menarik. Pizza, fried chicken,
burger dan berbagai soft drink merupakan contoh junkfood yang sangat populer,
bahkan sudah menjadi santapan wajib sehari-hari bagi sebagian orang.
Dengan
mengkonsumsi jenis makanan yang tergolong junk food, justru orang tidak akan
merasa kenyang, sehingga hal itu justru akan menyebabkan seseorang makan dengan
berlebihan, yang nantinya akan membuat seseorang bermasalah dengan berat badan
dan juga kesehatannya.
Junk
Food jika diartikan dalam bahasa indonesia berarti“Makanan Sampah”. Hal ini tentu
saja sudah berkonotasi negatif dengan nilai gizi makanan tersebut. Junk Food
merupakan makanan dengan banyak kalori namun sangat minim nilai nutrisi atau
gizi. dengan beragam jenis bumbu yang
termasuk di dalamnya MSG (Monosodium Glutamat atau sejenisnya) yang
salah satunya membuat kecerdasan otak menurun dan kesemuanya begitu menarik
perhatian bagi anak-anak terutama dengan metode iklan di televisi atau media
masa lainnya.
Bahkan
Junk Food sendiri menjadi tren makanan masa kini, kehadirannya beriringan
dengan bermunculan beragam penyakit yang cepat tersebar seperti halnya di
Amerika yang makin banyak terjadi kesehatan buruk seperti obesitas yang makin
menggila dan hal itulah mengapa junk food sangat buruk bagi kesehatan.
Berikut adalah daftar penyakit
yang akan terjadi saat kita memakan junk food dalam waktu yang terus menerus
atau sering bagi setiap orang:
1. Junk Food mengandung
kalori yang berlebih
Makanan
merupakan bahan bakar bagi tubuh kita. Ia memiliki dampak langsung pada
kesehatan tubuh secara keseluruhan. Junk food kebanyakan merupakan makanan
cepat saji yang didalamnya mengandung karbohidrat, gula, lemak sehat, dan garam
(natrium). Satu porsi junk food menawarkan sejumlah besar kalori, akan
tetapi nilai gizi di dalamnya hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama
sekali.
Sebuah
studi 2013 yang diterbitkan di JAMA Pediatrics menunjukkan bahwa banyak
anak-anak dan remaja yang lebih memilih mengambil resiko mendapatkan kalori
lebih dalam makanan cepat saji dan restoran daripada makanan yang disajikan di
rumah. Menurut National Institutes of Health, beberapa makanan cepat saji
secara keseluruhan hanya mengandung kalori dalam jumlah yang tinggi, di mana
hal tersebut sangat berdampak pada kelebihan berat badan yang merupakan salah
satu faktor peningkatan risiko untuk berbagai masalah kesehatan kronis.
Terlalu
sering mengkonsumsi makanan cepat saji untuk menggantikan makanan bergizi dapat
menyebabkan gizi buruk serta kesehatan yang buruk bagi kita.
2. Resiko penyakit diabetes
Salah
satu faktor utama yang menyebabkan terjangkitnya penyakit diabetes adalah
karena diet yang tidak sehat, salah satunya karena makanan yang kita konsumsi
merupakan makanan sampah. Ketika tubuh menyerap asupan gizi dari yang berasal
dari makanan sehat, hal ini berarti tubuh mendapatkan pasokan glukosa yang
membantu menjaga sensitivitas insulin. Sedangkan ketika tubuh menyerap asupan
makanan junk food, hal ini bisa mengakibatkan stres yang berlebihan pada
metabolisme tubuh sehingga mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menggunakan
insulin dengan benar. Karena junk food tidak memiliki kandungan serat, konsumsi
secara langsung menghasilkan lonjakan kadar gula. Selanjutnya, konsumsi junk
food menyebabkan obesitas, salah satu alasan utama untuk resistensi insulin dan
pengembangan diabetes.
3. Masalah pada sistem
pencernaan
Bagi
para pecandu junk food, mereka akan lebih beresiko mengalami gangguan
pencernakan seperti penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan sindrom iritasi
usus (IBS). Seperti yang kita ketahui bahwa junk food lebih banyak mengandung
kalori daripada nilai nutrisi. Saat kita mengkonsumsi junk food yang digoreng,
kandungan minyaknya akan tersimpan dalam dinding lapisan perut. Hal ini dapat
meningkatkan produksi asam. Lalu rempah-rempah yang ada di dalamnya dapat
mengiritasi lapisan lambung, sehingga dapat memperburuk resiko GERD dan
gangguan pencernakan. Kurangnya serat dalam kandungan junk food dapat
menghambat pencernaan, meningkatkan masalah seperti sembelit dan wasir.
4. Kelelahan dan kelemahan
Junk
food tidak memiliki jumlah nutrisi penting yang diperlukan untuk pemeliharaan
kesehatan serta fungsi dari semua sistem dalam tubuh secara keseluruhan seperti
protein dan vitamin. Meskipun jenis makanan ini bisa membuat perut terasa
kenyang dan puas, namun ia gagal dalam memberikan asupan energi instan.
Sehingga membuat tubuh terasa lemah dan lelah beberapa saat setelah
mengkonsumsinya. Jika tubuh hanya menyerap semua jenis makanan yang tergolong
junk food selama periode waktu tertentu, maka hal tersebut bisa mengakibatkan
kelelahan kronis. Junk food dapat menurunkan tingkat energi tubuh ke tingkat
yang mungkin menjadikan tubuh sulit atau bahkan tidak bisa melakukan rutinitas
sehari-hari.
5. Depresi
Akibat
terlalu sering mengkonsumsi junk food, banyak perubahan hormonal terjadi,
terutama pada kalangan remaja, yang membuat mereka rentan terhadap perubahan
suasana hati dan perubahan perilaku. Karena mengkonsumsi junk food dapat
menyebabkan kekurangan nutrisi penting dalam tubuh, yang meningkatkan
kemungkinan para remaja menderita depresi hingga 58%. Diet yang sehat akan
sangat berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormonal.
Selain
itu. kandungan dalam makanan cepat saji seperti garam, daging olahan, nitrat,
dan MSG dapat memicu terjadinya sakit kepala. Sebuah studi yang diterbitkan
dalam jurnal Gizi Kesehatan Masyarakat menunjukkan bahwa makan makanan yang
dipanggang seperti donat, croissant, kue dan makanan cepat saji seperti pizza,
hamburger, hot dog) mungkin berhubungan dengan depresi. Orang yang makan
makanan cepat saji adalah 51 persen lebih mungkin mengembangkan depresi
dibandingkan mereka yang makan sedikit atau tidak ada makanan cepat saji.
6. Fluktuasi kadar gula
dalam darah
Mengkonsumsi
junk food yang tidak mengandung kadar gula yang tinggi dapat membuat
metabolisme dalam tubuh mengalami stress. Gula menyebabkan pankreas
mengeluarkan jumlah insulin yang lebih banyak untuk mencegah lonjakan drastis
kadar gula dalam darah. Karena junk food tidak memiliki kandungan karbohidrat
dan protein yang cukup, jangan heran jika kadar gula dalam darah menurun secara
tiba-tiba setelah kita mengkonsumsi junk food. Hal ini membuat kita gampang
emosi dan timbul keinginan untuk mengkonsumsi junk food dalam porsi
berlebih.
7. Mempengaruhi fungsi otak
Dalam
sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Brain, Behavior, and Immunity
menunjukkan bahwa satu minggu makan junk food sudah cukup untuk memicu gangguan
memori pada tikus. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jahat (lemak
trans) dari junk food cenderung menggantikan lemak sehat di otak dan mengganggu
mekanisme sinyal normal dalam otak. Studi pada hewan juga menunjukkan bahwa
lemak dari junk food memperlambat kemampuan untuk belajar keterampilan baru.
8. Peningkatan resiko
penyakit jantung
Kandungan
dalam Junk food sarat akan lemak jenuh dan lemak trans yang secara langsung
meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida dalam darah, dimana hal
tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan plak dan penyakit jantung.
Selain itu, mengkonsumsi junk food dapat menyebabkan lonjakan gula garah yang
meningkat secara tiba-tiba, junk food merusak lapisan-lapisan pembuluh darah
yang menyebabkan peradangan kronis. Peradangan ini menyebabkan kolesterol jahat
menempel pada dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung, sehingga
serangan jantung pun kapan saja bisa terjadi. Lemak dari junk food dapat
terakumulasi dalam tubuh selama periode waktu tertentu yang bisa menyebabkan
kenaikan berat badan. Dalam kondisi berat badan yang semakin meningkat, resiko
terkena serangan jantung akan lebih tinggi.
9. Peningkatan resiko
gangguan ginjal
Saat
kita mengkonsumsi junk food seperti kentang goreng maupun keripik yang rasanya
begitu memanjakan lidah, tanpa kita sadari kandungan garam halus yang ada
didalamnya dapat meningkatkan air liur dan sekresi enzim, sehingga meningkatkan
keinginan untuk terus mengkonsumsi makanan ini. Kandungan lemak jahat dan
natrium yang tinggi dari garam tersebut mampu mengganggu keseimbangan
sodium-potasium tubuh yang dapat menyebabkan hipertensi. Hal ini dapat
mengganggu fungsi ginjal sebagai penyaring semua racun dari darah.
10. Merusak hati
Mengkonsumsi
junk food selama periode waktu tertentu dapat memiliki efek yang merugikan pada
organ hati, hal ini serupa dengan efek yang ditimbulkan pada seorang pecandu
alkohol. Sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang yang lebih sering
mengkonsumsi junk food dan menjauhi olahraga memiliki perubahan enzim hati
dalam waktu empat minggu. Perubahan ini serupa dengan yang diamati pada orang
dengan penyalahgunaan alkohol. Menurut beberapa penelitian, hal itu dikarenakan
terjadinya pengendapan lemak trans yang ditemukan dalam sejumlah junk food di
organ hati sehingga menyebabkan disfungsi pada organ tersebut.
11. Peningkatan resiko
kanker
Kurangnya
serat adalah alasan utama mengapa konsumsi junk food sangat terkait dengan
peningkatan risiko kanker pada sistem pencernaan. Sebuah studi yang diterbitkan
dalam European Journal of Cancer Prevention mengungkapkan bahwa terlalu banyak
mengkonsumsi makanan cepat saji yang tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan
peluang terkenanya kanker kolorektal. Studi lain dari Fred Hutchinson Cancer
Research Center di Seattle menunjukkan bahwa pria yang makan makanan yang digoreng
lebih dari dua kali dalam sebulan telah menunjukkan peningkatan risiko kanker
prostat.
12. Masalah pada kulit dan
tulang
Mengkonsumsi
makanan tinggi karbohidrat dan gula seperti junk food, dapat menyebabkan
bakteri yang berada di mulut menghasilkan asam yang dapat mengakibatkan
kerusakan pada gigi serta menghancurkan enamel gigi, yang merupakan faktor
terjadinya gigi berlubang. Ketika enamel gigi Anda hilang, tidak bisa diganti.
Selain itu kandungan natrium yang berlebih dalam junk food juga dapat meningkatkan
resiko terkena osteoporosis (tulang rapuh).
Menurut
salah seorang ahli gizi di Mumbai Selatan dan di Cumballa Hill Hospital yang
bernama Dr Niti Desai, “Junk food memang mungkin murah, mudah tersedia, lebih
cepat untuk memasak dan lezat, tetapi jenis makanan tersebut justru malah
berdampak bahaya bagi kesehatan. Bukan hanya kekurangan nutrisi penting bagi
tubuh, tetapi juga memberikan kontribusi untuk beberapa penyakit berbahaya.
Pilihan untuk kembali mengikuti pola hidup sehat mencakup pilihan makanan yang
lebih alami dan lebih sehat.” Beliau menyarankan untuk mengurangi asupan
makanan olahan agar hidup kita lebih sehat.
13. Lemak Jenuh
Sebagai
hasil olahan industri makanan, junk food biasanya banyak mengandung
lemak jenuh. Oleh karena itu, harganya sangat murah dan ketika dipanaskan dapat
bertahan pada temperatur tinggi. Bahayanya, lemak jenuh bisa menjadi biang
kegemukan dan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah. apabila kondisi
tersebut terjadi pada seseorang, maka masalah kesehatan serius lainnya pun akan
terpicu. Kanker, penyakit jantung, dan stroke adalah contoh penyakit yang
diakibatkan oleh kandungan lemak jenuh tinggi.
14. Garam
Garam
atau monosodium klorida atau natrium klorida merupakan
kandungan junk food yang juga perlu disikapi hati-hati. Kadar Garam
yang baik untuk dikonsumsi adalah tidak lebih dari 5 gram per hari, dan sangat
dianjurkan bagi orang dewasa yang memiliki tekanan darah normal. sementara itu,
kandungan garam pada junk food biasanya relatif tinggi
Kita
memang membutuhkan zat perasa ini untuk membantu fungsi metabolisme tubuh.
Namun, bila berlebihan mengonsumsi penghilang rasa hambar tersebut, maka resiko
tekanan darah tinggi akan meningkat.
15. Gula
Kandungan junk
food lainnya yang tak kalah tinggi adalah gula.
Minuman ringan, biskuit, kue, dan permen mengandung gula yang tidak sedikit. Kendati secara tidak langsung berhubungan dengan penyakit jantung dan diabetes, kelebihan gula dapat mengakibatkan kegemukan atau obesitas pada usia muda.
Masalah kesehatan lainnya yang bisa disebabkan oleh kadar gula berlebihan adalah tooth decay atau kerusakan gigi, mengurangi level kolesterol berguna, meningkatkan kadar lemak dalam darah yang berhubungan dengan diabetes, dan penyakit jantung.
Minuman ringan, biskuit, kue, dan permen mengandung gula yang tidak sedikit. Kendati secara tidak langsung berhubungan dengan penyakit jantung dan diabetes, kelebihan gula dapat mengakibatkan kegemukan atau obesitas pada usia muda.
Masalah kesehatan lainnya yang bisa disebabkan oleh kadar gula berlebihan adalah tooth decay atau kerusakan gigi, mengurangi level kolesterol berguna, meningkatkan kadar lemak dalam darah yang berhubungan dengan diabetes, dan penyakit jantung.
16. Penambah Cita Rasa atau Zat
aditif Sintetis
Zat
lain yang terkandung dalam junk food secara berlebihan adalah bahan
tambahan atau zat aditif. Umumnya zat aditif ini digunakan untuk
mengawetkan dan mempertahankan warna, rasa, dan bentuk. Apa sebenarnya
penambah cita rasa atau zat aditif sintetis yang bisa menimbulkan cita rasa
tersebut? Pada dasarnya zat aditif sintetis ini adalah sejenis natrium
atau sodium yang menjadi sumber utama garam dapur dan vetsin atau MSG
(Monosodium Glutamat). Nah, unsur inilah yang menjadi penggugah selera makanan
cepat saji atau junk food.
Lalu Mengapa Kita Manusia
Ketagihan dengan Junk Food, Meskipun Kita Tahu itu Buruk?
Berdasarkan
artikel yang dipublikasikan jamesclear.com, Steven Witherly adalah seorang
ilmuwan makanan yang telah menghabiskan 20 tahun terakhir mempelajari apa yang
membuat makanan tertentu yang lebih adiktif (dan lezat) daripada yang lain.
Menurut
Witherly, ketika Anda makan makanan lezat, ada dua faktor yang membuat
pengalaman menyenangkan.
Pertama, ada
sensasi makan makanan. Ini termasuk apa yang dirasakan lidah seperti (asin,
manis, umami, dll), serta bau yang kita cium.Hal tersebut dikenal sebagai
“orosensation”.
Perusahaan
makanan akan menghabiskan jutaan dolar untuk menemukan tingkat yang paling
memuaskan dari makanan junk food seperti keripik kentang. Ilmuwan perusahaan
mereka, akan menguji jumlah yang sempurna fizzle dalam soda. Faktor-faktor ini
semua bergabung untuk menciptakan sensasi pada otak Anda terhadap makanan atau
minuman tertentu.
Faktor
kedua adalah makeup makronutrien sebenarnya dari makanan – campuran
protein, lemak, dan karbohidrat yang dikandungnya. Dalam kasus junk food,
produsen makanan mencari kombinasi sempurna garam, gula, dan lemak yang
menggairahkan otak Anda dan membuat Anda datang kembali untuk makan lebih.
Tips Menghindari Junk Food
1.
Mengkonsumsi beras merah sebagai pengganti nasi putih, karena beras merah
dipercaya mengandung lebih banyak serat yang selain dapat membuat perut
kenyang, tapi juga memberikan asupan nutrisi yang cukup bagi tubuh.
2.
Mengkonsumsi gandum / oat, karena gandum banyak memiliki kandungan serat,
protein, asam lemak yang baik, bahan kimia tanaman, vitamin, dan mineral
seperti tembaga, besi, seng dan magnesium yang membuat sarapan lebih sempurna.
3.
Mengkonsumsi buah-buahan serta menghindari jus kemasan, hal ini dikarenakan jus
kemasan mengandung banyak pengawet dan bahan kimia yang membuatnya tidak sehat.
Selain itu, untuk membuat tekstur jus sangat halus, semua bagian yang kaya
serat akan dihilangkan selama pemrosesan. Jadi, ketika minum jus kemasan, itu
berarti kita menambah asupan gula dalam tubuh. Sebaliknya, jus buah gantikan
dengan buah-buahan segar utuh. Mereka akan meningkatkan asupan serat dengan
manfaat tambahan vitamin.
4.
Mengkonsumsi sayuran berdaun seperti bayam, selada termasuk dalam makanan kaya
serat yang tinggi akan membantu mengurangi kadar gula darah.
Pastikan Anda menyertakan setidaknya satu porsi yang kaya akan protein, baik
itu dal, kacang-kacangan, telur atau ikan ke dalam menu harian.
Tips mengatasi anak yang sudah
terbiasa dengan junk food
1.
mulai dari ayah bunda, jangan biasakan menyimpan junk food di tempat yang bisa
diakses si kecil. Berikan contoh yang baik dari ayah bunda dalam hal menerapkan
pola makan sehat. Jika belum bisa dihentikan, batasi konsumsi junk food dan
substitusi dengan makanan sehat sejenis.
2.
sampaikan pada keluarga besar untuk tidak membawa oleh-oleh junk food ketika
berkunjung kerumah. Berikan edukasi kepada mereka akan bahaya junkfood bagi
kesehatan.
3.
Berkreasi dengan menu makan si kecil, percantik penyajian makanan agar
mereka tertarik untuk mengkonsumsi makanan sehat yang bunda buat. Sesuai dengan
level pemahaman si kecil, sampaikan bahwa makanan-makanan berkategori junk food
tidak bagus untuk kesehatan dan dapat menyebabkan mereka sakit.
REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar