NAMA : RACHEL AZKADELA
NPM : 25215485
KELAS : 1EB20
MANFAAT PUASA RAMADHAN BAGI
KESEHATAN
Bulan
Puasa Ramadhan sebentar lagi, merupakan saat yang paling ditunggu seluruh umat
muslim diseluruh dunia untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Terlepas
puasa sebagai perintah wajib yang harus dilaksanakan sebagai umat beragama,
ternyata telah diketahui juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Puasa
adalah sesuatu yang baik, akan tetapi dengan catatan jika dilaksanakan dengan
aturan yang benar. Selain membersihkan hati dan fikiran, puasa juga bermanfaat
membersihkan tubuh kita dari racun-racun yang terakumulasi dalam tubuh. Selain
itu, puasa juga akan mengurangi kelebihan lemak dalam tubuh kita, mengurangi
kadar gula darah, mempromosikan kebiasaan makan yang sehat, meningkatkan
kekebalan tubuh, dan masih banyak lagi.
Berbagai
penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif
medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari
puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin,
hematologi dan fungsi neuropsikiatri.
Penelitian
meta analisis atau penelitian terhadap berbagai Abstrak Terkait ini diperoleh
dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009.
Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk pemilihan kertas dikaji
secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait.
Hasilnya,
terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan
tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun puasa
Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu,
namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang harus berkonsultasi dengan
dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah.
Bulan
Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim. Saat itu, dianggap
sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim yang sehat dan
sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk
sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk
mendapatkan hikmah dari Allah berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan
suatu muhjizat dalam kesehatan.
Allah
berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan
sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu’aim: Berpuasalah
maka kamu akan sehat Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara
biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang
dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti
berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan
biomolekular.
Para
pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai
pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka
panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara
substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri
mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa
memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa.
Apa
saja manfaat puasa bagi kesehatan? Anda perlu tahu sebuah Manfaat Bepuasa
bagi Kesehatan yang mengejutkan. Yang juga akan kami bahas dalam
ulasan di bawah ini.
1. Keseimbangan anabolisme dan
katabolisme
Berbeda
dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan
tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme
dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu
peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam
amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena
asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh
untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan
fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi
penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati.
Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.
2. Tidak akan mengakibatkan
pengasaman dalam darah
Kemudian
juga berbeda dengan starvasi, dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam
amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah
sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.
3. Tidak berpengaruh pada sel
darah manusia
Dalam
penelitian, saat puasa tidak berpengaruh pada sel darah manusia & tidak
terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata
konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak
berpuasa.
4. Puasa pada penderita diabetes
tipe 2 tidak berpengaruh
Puasa
ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat
perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun
pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan
dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton
meningkat, sedang hamil, usia anak atau
komplikasi lain seperti gagal ginjal dan jantung.
5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui
Terdapat
sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil
dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian
tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak
bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan
hormon tiroksin.
6. Pengaruh pada janin saat ibu hami
berpuasa
Penelitian
di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital,
terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan
tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama
bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin, pengukuran Doppler
ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan
panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin
(EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio
arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio.
Kortisol
serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high
density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL
rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian
menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua
kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan
janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D.
7. Penurunan glukosa dan berat
badan
Studi
kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat
berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa,
trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density
lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah
Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan
glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi
makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada
bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah
mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.
8. Pengaruh pada fungsi kelenjar
gondok
Ketika
berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok
manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar
plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang
gondok (TSH) pada penderitalaki-laki yang
berpuasa.
9. Pengaruh pada hormon
virgisteron
Sedangkan
pada penelitian hormon wanita tidak terjadi
gangguan pada hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi
penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini menunjukkan
harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan
peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang
besar untuk tetap pada kondisi subur.
10. Bermanfaat Bagi Jantung
Beberapa
penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat
berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi
secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi
peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi
ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan
apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi
kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian “chronobiological”
menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi
sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai
perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi
peningkatan kesehatan manusia.
11. Memperbaiki dan merestorasi
fungsi dan kinerja sel
Saat
puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang
terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format
ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan
merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam
lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk
tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel
baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang
mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja
lebih banyak lagi.
12. Sangat efektif meningkatkan
konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin
Penghentian
konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam
ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai
12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi
perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat
meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja
mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada
akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.
13. Dalam keadaan puasa ternyata
dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Penelitian
menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat.
Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami
kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan
kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi
tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.
14. Penurunan berbagai hormon
salah satu rahasia hidup jangka panjang
Penelitian
endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif
menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan
penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar.
Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka
panjang.
15. Bermanfaat dalam pembentukan
sperma
Manfaat
lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam
penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin,
lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan
penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan
hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.
16. Bermanfaat untuk penderita
radang persendian (encok) atau rematoid arthritis
Manfaat
lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya
penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang
diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis
penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara
membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi
bakteri.
17. Memperbaiki hormon testoteron
dan performa seksual
Dalam
sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan
dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati
kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin
(LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam
tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan
nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat
sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa
seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya
18. Memperbaiki kondisi mental
secara bermakna
Seorang
peneliti diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental
termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan
kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata
puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh
dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya
yang masih banyak lagi.
19. Peningkatan komunikasi
psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia
Manfaat
puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan
manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik
dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan
Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa
dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya.
Bertambahnya
kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi
sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih
sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan
dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang,
gembira, puas serta bahagia.
20. Menurunkan adrenalin
Keadaan
psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa
ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah
adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot
empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner,
meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan
jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak
protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan
resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner,
stroke dan lainnya.
21. Meningkatkan fungsi otak
Ketika
berpuasa, neurotropik yang diturunkan dari otak akan mengalami peningkatan.
Dengan begitu, tubuh akan memproduksi sel otak lebih banyak dari biasanya
sehingga kinerja otak juga akan semakin meningkat. Orang yang berpuasa juga
mengalami penurunan hormon kortisol yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, hal
ini akan menurunkan tingkat stres yang dialami.
22. Menurunkan kadar kolesterol
dalam tubuh
Berdasarkan
penelitian, orang yang berpuasa akan mengalami penurunan kadar kolesterol jahat
di dalam darah. Dengan menurunnya kadar kolesterol, maka dapat mengurangi
risiko akan penyakit jantung maupun stroke. Terlebih bagi mereka yang menjalani
program diet sehat, dengan berpuasa akan mudah menurunkan tingkat kolesterol.
23. Menetralkan racun
Manfaat
puasa Ramadhan untuk kesehatan juga berperan untuk menetralkan racun dalam
tubuh. Selama berpuasa, tubuh akan melakukan detoksifikasi atau mengeluarkan
racun dari sistem pencernaan. Saat tubuh menggunakan cadangan lemak untuk
membentuk energi, cadangan lemak akan membakar setiap racun berbahaya yang ada
di dalam tubuh.
24. Meningkatkan sistem kekebalan
Berpuasa
juga dapat membuat tubuh lebih sehat dan kebal terhadap penyakit. Saat
berpuasa, mengalami peningkatan limfosit, bahkan hingga 10 kali lipat. Hal ini
tentu akan sangat baik bagi tubuh sehingga tubuh kebal dari serangan virus.
Berpuasa akan menjadikan tubuh lebih sehat dan terhindar dari berbagai
penyakit.
25. Terhindar dari kebiasaan
buruk
Puasa
merupakan ibadah yang mulia, sebab dengan berpuasa kita juga akan menghindarkan
kebiasaan buruk yang kerap dilakukan. Kebiasaan buruk yang bisa merusak
kesehatan di antaranya adalah merokok atau mengonsumsi cemilan yang tak sehat.
Selama menjalani puasa, kita akan terhindar dari kebiasaan buruk tersebut dan
menjalani pola hidup yang lebih teratur.
26. Mengontrol berat badan
Puasa
juga memiliki manfaat untuk mengontrol berat badan. Sebab, ketika menjalani
puasa sebulan penuh pola makan akan lebih teratur dan terjaga. Tak perlu
menjalani diet yang berlebihan, cukup makan dan minum seadanya ketika sahur dan
berbuka Anda yang memiliki berat badan berlebih juga akan mengalami penurunan.
27. Menjadikan ginjal lebih sehat
Manfaat
puasa Ramadhan untuk kesehatan tubuh juga bisa menyehatkan ginjal. Ginjal
berperan sebagai penyaring zat berbahaya yang berasal dari makanan dan minuman
yang kita konsumsi. Fungsi ginjal akan lebih maksimal jika kekuatan osmosis
urin dalam tubuh mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Pada saat
berpuasa, kekuatan osmosis dalam urin dapat tercapai sehingga fungsi ginjal
akan lebih maksimal dan sehat.
28. Cegah diabetes
Puasa
juga bisa mencegah penyakit diabetes yang merupakan penyakit berbahaya.
Diabetes disebabkan akibat kadar gula yang tinggi di dalam tubuh. Saat
berpuasa, maka kita bisa mengontrol asupan makanan manis yang masuk ke dalam
tubuh.
Berbagai
kajian ilmiah melalui penelitian medis telah menunjukkan bahwa ternyata puasa
sebulan penuh saat bulan ramadhan bermanfaat sangat luar biasa bagi tubuh
manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan
starvasi biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dalam
mencermati temuan ilmiah tersebut akan lebih diyakini bahwa berkah kesehatan
yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori dan opini. Manfaat
puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Wajar saja, bahwa
puasa adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang
terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan mukjizat dalam kesehatan manusia.
REFERENSI

Tidak ada komentar:
Posting Komentar