Minggu, 10 April 2016

SOFT SKILL MINGGU 6

NAMA : RACHEL AZKADELA
NPM    : 25215485
KELAS : 1EB20


E-COMMERCE
TRANSPOTASI ONLIVE VS TRANSPOTASI KONVESIONAL


TRANSPOTASI ONLINE

Semenjak tahun 2014 sudah mulai marak fasilitas pemesanan layanan transportasi dengan menggunakan aplikasi online dari gadget anda, alternatif cara pemesanan yang dari yang sudah ada sebelumnya apa itu? pemesanan tiket pesawat terbang. cara pemesanan tiket pesawat terbang yang menggunakan media internet sudah mulai ada dari sekitar10 tahun lalu, Semua itu adalah untuk memberikan harga murah untuk penumpang dan meningkatkan rute penerbangan.

Efisiensi dari cara pemesanan konvensional dengan menggunakan fasilitas online atau internet telah memangkas beberapa biaya yang bisa dihilangkan. Dengan media online juga meningkatkan persaingan antara penyedia jasa transportasi. Karena dengan menggunakan media online/internet penyedia jasa lebih mudah untuk mengatur sendiri  tanpa harus tergantung dengan yang lain.

Lalu mulailah merambah transportasi Darat, taksi sudah mulai lebih dulu menggunakan aplikasi online, contohnya blue bird yang sudah menyediakan aplikasi untuk android dan iphone, lalu pt KAI yang bisa pesan tiket melalui websitenya dan terakhir muncullah beberapa penyedia jasa transportasi yang revolusioner, yaitu :

1.      Grab taksi
2.      Uber
3.      Go jek
4.      Grab bike

Menggunakan layanan transportasi online memberi keuntungan yang tidak bisa didapatkan oleh penyedia jasa trasnportasi konvesional lainnya, yaitu :

1.      Harga yang murah
2.      Kepastian mendapatkan atau tidak mendapatkan pengemudi
3.      Tracking dari pengemudi
4.      Kendaraan yang bagus

TRANSPOTASI KONVESIONAL

Transportasi umum atau transportasi publik adalah seluruh alat transportasi saat penumpang tidak bepergian menggunakan kendaraannya sendiri. Transportasi umum pada umumnya termasuk kereta dan bis, namun juga termasuk pelayanan maskapai penerbanganferi, taksi, dan lain-lain.

MASALAH TRANSPOTASI ONLINE DAN TRASNPOTASI KONVESIONAL

a.       TARIF

Pengamat transportasi Djoko Setijiwarno menilai permasalahan utama konflik antara taksi konvensional dengan taksi 'online', dipicu persoalan tarif dan bukan aplikasi yang digunakan oleh taksi berplat hitam itu. Tarif Grab Car dan Uber tidak ditentukan, sehingga tarifnya bisa murah. Meski taksi konvensional menggunakan aplikasi online, namun tetap saja akan ada perbedaan tarif. Selain ditentukan pemerintah, perbedaan tarif antara konvensional dan online juga dikarenakan taksi konvensional harus menanggung biaya poll taksi, kemudian biaya KIR setiap enam bulan, asuransi penumpang, serta karyawan selain sopir. Hal tersebut tidak terjadi di taksi berbasis aplikasi online. Taksi berbasis aplikasi online tidak memakai KIR, Asuransi Penumpang, tidak memiliki Poll. Jadi, bagaimana mereka memperbaiki kendaraannya. Sedangkan untuk pengemudi juga harus memiliki kualisifikasi dan tidak boleh sembarangan dalam persyaratannya.

b.      Modernisasi  
            
1.      Penurunan kondisi masyarakat kecil dan tradisional. Pada kasus ini, pihak yang disebut sebagai masyarakat tradisional adalah pengemudi taksi konvensional. Mereka menunggu penumpang, atau menunggu ditelepon oleh penumpang untuk dijemput di tempatnya. Padahal, masyarakat ibukota saat ini, sudah sangat terkoneksi dengan baik pada akses internet dan mulai meninggalkan penggunaan
telepon.
2.      Berkembangnya pilihan individu. Pada kasus ini, pilihan individu menjadi berkembang. Dengan munculnya aplikasi seperti Go-Jek, Uber, dan Grab, pilihan masyarakat untuk pergi menjadi lebih banyak. Tentunya, masyarakat akan melihat dari segi efektivitas dan efisiensi. Pilihan pun akhirnya jatuh kepada yang lebih murah dan mudah. Tarif yang ditawarkan lebih murah, sedangkan pengguna pun bebas mau dijemput dari mana saja.
3.      Meningkatnya keragaman sosial. Pada kasus ini, keadaan sosial masyarakat berubah. Jika pada masa sebelumnya, dengan pilihan yang terbatas, masyarakat menggunakan kendaraan umum tersebut. Namun, dengan semakin bertambahnya pilihan, opsi yang dapat masyarakat pilih semakin beragam. Modernisasi akan membawa masyarakat pada pilihan yang rasional, tidak lagi berdasarkan gengsi operator taksi, namun lebih kepada kemudahan dan harga.
4.      Orientasi pada masa depan dan perhatian pada waktu. Dalam isu ini, terlihat bahwa masyarakat semakin peka terhadap arus informasi. Hal inilah yang ditangkap para inventor, yang kebanyakan anak muda, dengan memanfaatkan potensi yang ada. Potensi yang dilihat sebenarnya sederhana, dengan semua orang, khususnya eksekutif muda ibukota menggunakan telepon pintar, mereka pasti terhubung dengan internet. Internet pun menjadi solusinya. Apalagi sistem operasi telepon pintar dapat memfasilitasi untuk pembuatan aplikasi-aplikasi baru. Dibuatlah aplikasi yang terhubung dengan internet. Internet dipandang sebagai jawaban atas kebutuhan masa kini hingga beberapa waktu ke depan. Apalagi, dengan semua solusi yang dapat diraih hanya dengan sentuhan di telepon pintar, masalah waktu dapat teratasi.  

c.       Perubahan social
            
1.      Perubahan sosial terjadi sepanjang waktu. Pada masa lalu, transportasi umum yang paling laku adalah delman dan becak. Kemudian berkembang dengan adanya bajaj dan bus kota. Lalu, masyarakat mencari sesuatu yang lebih nyaman, muncullah taksi. Kini, masyarakat ibukota lebih mementingkan kecepatan seiring dengan kemacetan yang semakin parah, muncullah Go-Jek dan Grab. Ini sesuatu yang tidak dapat dihindarkan, karena akan terjadi sepanjang waktu berdasarkan kondisi masyarakat.
2.      Perubahan sosial terkadang dapat diketahui, namun seringkali tidak direncanakan. Sebenarnya, munculnya angkutan umum berbasis aplikasi sudah dapat diprediksi dengan semakin meningkatnya pengguna telepon pintar. Namun demikian, ketika hal ini semakin masif terjadi seperti saat ini, perubahan menjadi tidak terencana. Pengemudi yang kurang tanggap pun pada akhirnya hanya bisa meluapkan kekesalannya dengan marah dan berdemonstrasi.            
3.      Perubahan sosial selalu kontroversial. Kasus ini menimbulkan kontroversi di masyarakat. Banyak kalangan yang mendukung taksi konvensional, namun tidak sedikit pula yang kontra. Pada masa lalu, sebenarnya bukan belum pernah terjadi yang semacam ini. Contohnya delman yang merupakan kendaraan umum yang cukup populer di tahun 60-an sampai 80-an. Kemudian, karena dianggap mengganggu kenyamanan umum, yang disebabkan bau kotoran kuda yang tidak sedap, akhirnya ditertibkanlah delman ini. Sampai ada pula yang melarang. Ini bukan tanpa kontroversi, para kusir delman yang bergantung pada delman pasti merasa dirugikan. Untuk berpindah ke pekerjaan lain pun belum tentu mampu. Ini mirip dengan kejadian saat ini.
4.       suatu perubahan sosial lebih menonjol dibanding yang lainnya. Pada masalah ini, perubahan sosial dalam bidang transportasi terlihat menonjol. Padahal, hal ini disebabkan oleh revolusi informasi dan komunikasi. Perubahan besar dalam teknologi informasi dan komunikasi membuat banyak dampak. Salah satunya, di dalam transportasi umum.

SOLUSI          
  
Kini, dengan adanya fenomena ini tidaklah bijak jika mencari pihak yang salah. Kalaupun ada pihak yang harus disalahkan, maka semua akan menjadi pantas untuk disalahkan. Mengapa? Pihak taksi konvensional salah karena tidak tanggap dengan perubahan zaman, belum lagi kesalahan dalam demonstrasi yang berujung anarki. Pihak penyedia transportasi berbasis aplikasi salah juga karena tidak mengikuti peraturan yang berlaku, juga mereka tidak menyediakan harga yang berkeadilan dengan pesaing yang sudah lama ada. Pemerintah pun juga menjadi salah, karena tidak tanggap dalam melihat fenomena yang ada di masyarakat, dengan belum menyediakan peraturan yang dapat mengakomodir dan menertibkan konflik yang ada.            

Maka, sebenarnya solusinya tinggallah jawaban dari kesalahan semua pihak ini. Pihak taksi konvensional sudah harus lebih tanggap terhadap perkembangan teknologi, buatlah layanan yang sama dengan membuat aplikasi yang menarik. Pihak penyedia transportasi berbasis aplikasi, sebaiknya menggunakan plat kuning, juga tidak memberikan harga yang terlampau jauh dengan yang sudah ada sehingga persaingan menjadi sehat. Pemerintah, sudah selayaknya membuat peraturan, dan memastikan bahwa persaingan yang ada terjadi secara sehat dan tidak ada ‘adu modal’ yang merupakan ciri kapitalisme dan bertentangan dengan ekonomi kerakyatan. Terakhir, masyarakat akan dengan mudah memilih dengan cerdas apa yang mereka hendak gunakan.            

Kerusuhan hari ini sangat disesalkan. Meski demikian, sudah sepatutnya ini membuka mata kita bahwa kita berada pada masa modernisasi yang membuahkan suatu perubahan sosial di masyarakat. Kalau urusan rezeki, tidak perlu dirisaukan. Karena jutaan orang pun mencari rezeki di ibukota kita tercinta.

PENDAPAT SAYA

Dengan adanya transpotasi online sangat membantu, karena sangat efisen dalam waktu, tidak perlu repot untuk menunggu angkutan umum, tidak perlu menunggu lama dan harga sangat terjangkau tergantung dengan jarak dekat atau jauh. Dan untuk keamanan menurut saya sangat aman, ketimbang naik angkot, metromini dan lainnya masih banyak pencuri atau copet dan ada juga pelecehan seksual. Dan kendaraan umum masih banyak yang tidak mematuhi rambu rambu lalu lintas dan tidak mempunyai kelengkapan dalam mengendarai seperti SIM dan STNK

REFERENSI






Tidak ada komentar:

Posting Komentar