NAMA : RACHEL AZKADELA
NPM : 25215485
KELAS : 1EB20
E-COMMERCE
TRANSPOTASI ONLIVE VS TRANSPOTASI
KONVESIONAL
TRANSPOTASI ONLINE
Semenjak tahun 2014 sudah mulai marak
fasilitas pemesanan layanan transportasi dengan menggunakan aplikasi online dari
gadget anda, alternatif cara pemesanan yang dari yang sudah ada sebelumnya apa
itu? pemesanan tiket pesawat terbang. cara pemesanan tiket pesawat terbang yang
menggunakan media internet sudah mulai ada dari sekitar10 tahun lalu, Semua itu
adalah untuk memberikan harga murah untuk penumpang dan meningkatkan rute
penerbangan.
Efisiensi dari cara pemesanan
konvensional dengan menggunakan fasilitas online atau internet telah memangkas
beberapa biaya yang bisa dihilangkan. Dengan media online juga meningkatkan
persaingan antara penyedia jasa transportasi. Karena dengan menggunakan media
online/internet penyedia jasa lebih mudah untuk mengatur sendiri tanpa
harus tergantung dengan yang lain.
Lalu mulailah merambah transportasi
Darat, taksi sudah mulai lebih dulu menggunakan aplikasi online,
contohnya blue bird yang sudah menyediakan aplikasi untuk android dan
iphone, lalu pt KAI yang bisa pesan tiket melalui websitenya dan terakhir
muncullah beberapa penyedia jasa transportasi yang revolusioner, yaitu :
1.
Grab taksi
2.
Uber
3.
Go jek
4.
Grab bike
Menggunakan layanan transportasi
online memberi keuntungan yang tidak bisa didapatkan oleh penyedia jasa
trasnportasi konvesional lainnya, yaitu :
1.
Harga yang
murah
2.
Kepastian
mendapatkan atau tidak mendapatkan pengemudi
3.
Tracking
dari pengemudi
4.
Kendaraan
yang bagus
TRANSPOTASI KONVESIONAL
Transportasi umum atau transportasi
publik adalah seluruh alat transportasi saat penumpang tidak
bepergian menggunakan kendaraannya sendiri. Transportasi umum pada umumnya
termasuk kereta dan bis,
namun juga termasuk pelayanan maskapai
penerbangan, feri, taksi, dan
lain-lain.
MASALAH TRANSPOTASI ONLINE DAN TRASNPOTASI KONVESIONAL
a.
TARIF
Pengamat transportasi Djoko
Setijiwarno menilai permasalahan utama konflik antara taksi konvensional dengan
taksi 'online', dipicu persoalan tarif dan bukan aplikasi yang digunakan oleh
taksi berplat hitam itu. Tarif Grab Car dan Uber tidak ditentukan, sehingga
tarifnya bisa murah. Meski taksi konvensional menggunakan aplikasi online,
namun tetap saja akan ada perbedaan tarif. Selain ditentukan pemerintah,
perbedaan tarif antara konvensional dan online juga dikarenakan taksi
konvensional harus menanggung biaya poll taksi, kemudian biaya KIR setiap enam
bulan, asuransi penumpang, serta karyawan selain sopir. Hal tersebut tidak
terjadi di taksi berbasis aplikasi online. Taksi berbasis aplikasi online tidak
memakai KIR, Asuransi Penumpang, tidak memiliki Poll. Jadi, bagaimana mereka
memperbaiki kendaraannya. Sedangkan untuk pengemudi juga harus memiliki
kualisifikasi dan tidak boleh sembarangan dalam persyaratannya.
b.
Modernisasi
1.
Penurunan
kondisi masyarakat kecil dan tradisional. Pada kasus ini, pihak yang disebut
sebagai masyarakat tradisional adalah pengemudi taksi konvensional. Mereka
menunggu penumpang, atau menunggu ditelepon oleh penumpang untuk dijemput di
tempatnya. Padahal, masyarakat ibukota saat ini, sudah sangat terkoneksi dengan
baik pada akses internet dan mulai meninggalkan penggunaan
telepon.
2.
Berkembangnya
pilihan individu. Pada kasus ini, pilihan individu menjadi berkembang. Dengan
munculnya aplikasi seperti Go-Jek, Uber, dan Grab, pilihan masyarakat untuk
pergi menjadi lebih banyak. Tentunya, masyarakat akan melihat dari segi
efektivitas dan efisiensi. Pilihan pun akhirnya jatuh kepada yang lebih murah
dan mudah. Tarif yang ditawarkan lebih murah, sedangkan pengguna pun bebas mau
dijemput dari mana saja.
3.
Meningkatnya
keragaman sosial. Pada kasus ini, keadaan sosial masyarakat berubah. Jika pada
masa sebelumnya, dengan pilihan yang terbatas, masyarakat menggunakan kendaraan
umum tersebut. Namun, dengan semakin bertambahnya pilihan, opsi yang dapat
masyarakat pilih semakin beragam. Modernisasi akan membawa masyarakat pada
pilihan yang rasional, tidak lagi berdasarkan gengsi operator taksi, namun
lebih kepada kemudahan dan harga.
4.
Orientasi
pada masa depan dan perhatian pada waktu. Dalam isu ini, terlihat bahwa
masyarakat semakin peka terhadap arus informasi. Hal inilah yang ditangkap para
inventor, yang kebanyakan anak muda, dengan memanfaatkan potensi yang ada.
Potensi yang dilihat sebenarnya sederhana, dengan semua orang, khususnya
eksekutif muda ibukota menggunakan telepon pintar, mereka pasti terhubung
dengan internet. Internet pun menjadi solusinya. Apalagi sistem operasi telepon
pintar dapat memfasilitasi untuk pembuatan aplikasi-aplikasi baru. Dibuatlah
aplikasi yang terhubung dengan internet. Internet dipandang sebagai jawaban
atas kebutuhan masa kini hingga beberapa waktu ke depan. Apalagi, dengan semua
solusi yang dapat diraih hanya dengan sentuhan di telepon pintar, masalah waktu
dapat teratasi.
c.
Perubahan social
1.
Perubahan
sosial terjadi sepanjang waktu. Pada masa lalu, transportasi umum yang paling
laku adalah delman dan becak. Kemudian berkembang dengan adanya bajaj dan bus
kota. Lalu, masyarakat mencari sesuatu yang lebih nyaman, muncullah taksi.
Kini, masyarakat ibukota lebih mementingkan kecepatan seiring dengan kemacetan
yang semakin parah, muncullah Go-Jek dan Grab. Ini sesuatu yang tidak dapat
dihindarkan, karena akan terjadi sepanjang waktu berdasarkan kondisi
masyarakat.
2.
Perubahan
sosial terkadang dapat diketahui, namun seringkali tidak direncanakan.
Sebenarnya, munculnya angkutan umum berbasis aplikasi sudah dapat diprediksi
dengan semakin meningkatnya pengguna telepon pintar. Namun demikian, ketika hal
ini semakin masif terjadi seperti saat ini, perubahan menjadi tidak terencana.
Pengemudi yang kurang tanggap pun pada akhirnya hanya bisa meluapkan
kekesalannya dengan marah dan berdemonstrasi.
3.
Perubahan
sosial selalu kontroversial. Kasus ini menimbulkan kontroversi di masyarakat.
Banyak kalangan yang mendukung taksi konvensional, namun tidak sedikit pula
yang kontra. Pada masa lalu, sebenarnya bukan belum pernah terjadi yang semacam
ini. Contohnya delman yang merupakan kendaraan umum yang cukup populer di tahun
60-an sampai 80-an. Kemudian, karena dianggap mengganggu kenyamanan umum, yang
disebabkan bau kotoran kuda yang tidak sedap, akhirnya ditertibkanlah delman
ini. Sampai ada pula yang melarang. Ini bukan tanpa kontroversi, para kusir
delman yang bergantung pada delman pasti merasa dirugikan. Untuk berpindah ke
pekerjaan lain pun belum tentu mampu. Ini mirip dengan kejadian saat ini.
4.
suatu perubahan sosial lebih menonjol
dibanding yang lainnya. Pada masalah ini, perubahan sosial dalam bidang
transportasi terlihat menonjol. Padahal, hal ini disebabkan oleh revolusi
informasi dan komunikasi. Perubahan besar dalam teknologi informasi dan
komunikasi membuat banyak dampak. Salah satunya, di dalam transportasi umum.
SOLUSI
Kini, dengan adanya fenomena ini
tidaklah bijak jika mencari pihak yang salah. Kalaupun ada pihak yang harus
disalahkan, maka semua akan menjadi pantas untuk disalahkan. Mengapa? Pihak
taksi konvensional salah karena tidak tanggap dengan perubahan zaman, belum
lagi kesalahan dalam demonstrasi yang berujung anarki. Pihak penyedia
transportasi berbasis aplikasi salah juga karena tidak mengikuti peraturan yang
berlaku, juga mereka tidak menyediakan harga yang berkeadilan dengan pesaing
yang sudah lama ada. Pemerintah pun juga menjadi salah, karena tidak tanggap
dalam melihat fenomena yang ada di masyarakat, dengan belum menyediakan
peraturan yang dapat mengakomodir dan menertibkan konflik yang ada.
Maka, sebenarnya solusinya
tinggallah jawaban dari kesalahan semua pihak ini. Pihak taksi konvensional
sudah harus lebih tanggap terhadap perkembangan teknologi, buatlah layanan yang
sama dengan membuat aplikasi yang menarik. Pihak penyedia transportasi berbasis
aplikasi, sebaiknya menggunakan plat kuning, juga tidak memberikan harga yang
terlampau jauh dengan yang sudah ada sehingga persaingan menjadi sehat.
Pemerintah, sudah selayaknya membuat peraturan, dan memastikan bahwa persaingan
yang ada terjadi secara sehat dan tidak ada ‘adu modal’ yang merupakan ciri
kapitalisme dan bertentangan dengan ekonomi kerakyatan. Terakhir, masyarakat
akan dengan mudah memilih dengan cerdas apa yang mereka hendak gunakan.
Kerusuhan hari ini sangat
disesalkan. Meski demikian, sudah sepatutnya ini membuka mata kita bahwa kita
berada pada masa modernisasi yang membuahkan suatu perubahan sosial di
masyarakat. Kalau urusan rezeki, tidak perlu dirisaukan. Karena jutaan orang
pun mencari rezeki di ibukota kita tercinta.
PENDAPAT SAYA
Dengan adanya transpotasi online
sangat membantu, karena sangat efisen dalam waktu, tidak perlu repot untuk
menunggu angkutan umum, tidak perlu menunggu lama dan harga sangat terjangkau
tergantung dengan jarak dekat atau jauh. Dan untuk keamanan menurut saya sangat
aman, ketimbang naik angkot, metromini dan lainnya masih banyak pencuri atau
copet dan ada juga pelecehan seksual. Dan kendaraan umum masih banyak yang
tidak mematuhi rambu rambu lalu lintas dan tidak mempunyai kelengkapan dalam
mengendarai seperti SIM dan STNK
REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar