NAMA :
RACHEL AZKADELA
NPM :
25215485
KELAS :
1EB20
SEJARAH
DAN PERKEMBANGAN E-COMMERCE
PENGERTIAN
E commerce (electronic comers) adalah
pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui system elektronik
seperti internet, televisi, world wide web, atau jaringan – jaringan computer
lainya. E commerce melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data
elektronik, system manajemen inventori otomatis, dan system pengumpulan data
otomatis. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet. Sementara itu
Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif,
antara lain sebagai berikut :
Perspektif komunikasi, E-Commerce adalah
pengiriman informasi, barang dan jasa, melalui jaringan telepon, atau jalur
komunikasi lainnya.
Perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah
aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis.
Perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat
yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang.
Perspektif online, E-Commerce menyediakan
kemampuan untuk menjual dan membeli barang melalui internet dan jaringan jasa
online lainnya.
Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada
dasarnya memiliki kesamaan yang mencakup komponen pembeli, penjual, barang dan
jasa, media yang digunakan dalam hal ini adalah internet.
Perkembangan teknologi informasi terutama
internet, merupakan faktor pendorong perkembangan e-commerce. Internet
merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan komputer di seluruh dunia,
sehingga memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara satu dengan
yang lain diseluruh dunia. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur
yang ideal untuk menjalankan e-commerce, sehingga e commerce pun menjadi
identik dalam menjalankan bisnis di internet.
Dengan menggunakan teknologi informasi, e
commerce dapat dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan
perusahaan dan menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul
akibat tingginya tingkat persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat
memberikan respon. E commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan
produktifitas perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kemampuan perusahaan yang
konsisten.
SEJARAH
Sejarah perkembangan E-commerce di dunia di
mulai dari kemunculan internet yang kemudian terus berkembang sehingga timbulah
E-commerce. Internet mulai lahir pada tahun 1969 kelompok peneliti Amerika
berhubungan dengan empat komputer di UCLA, Stanford Research Institute,
Universitas Utah, dan Universitas California di Santa Barbara. Mereka
menciptakan sebuah jaringan untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain.
Jaringan ini dikenal dengan istilah ARPAnet –
ARPA merupakan singkatan dari Advanced Research Project Agency yang merupakan
bagian dari Departemen Keamanan AS. Tiga tahun kemudian, lebih dari lima puluh
universitas telah terhubung bersama-sama dalam jaringan (network), dan jaringan
komputer yang lain mulai muncul di sekitar negara bagian dan dunia. Seiring
dengan perkembangan ARPAnet, yang diikuti pula dengan kerjasama jaringan antara
kaum pendidik, dan eksperimen NASA mengenai jaringan komputer, jaringan ini
mulai terhubungkan satu dengan yang lain interconnected, inilah awal mula
dipakai istilah “Internet”.
Istilah perdagangan elektronik berarti
pemanfaatan transaksi komersial, seperti pesanan pembelian atau invoice secara
elektronik. Berkembang melalui aktivitas yang mempunyai istilah “perdagangan
web” melakukan transaksi pembelian dan penjualan barang dan jasa melalui World
Wide Web melalui sebuah server yang dianggap aman (HTTPS).
WEB mulai dikenal masyarakat luas pada tahun
1994, jurnalis banyak beranggapan bahwa e commerce akan menjadi sebuah sector
ekonomi yang nantinya akan berkembang dengan pesat. Baru kurang lebih empat
tahun protocol HTTPS memasuki tahap matang dan mulai banyak digunakan oleh
masyarakat luas. Antara tahun 1998 dan tahun 2000 banyak pebisnis dari Negara
AS dan Eropa mengembangkan situs web perdangan ini. Menurut Riset
Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 miliar pada 2003.
Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel
online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan
mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Istilah "perdagangan elektronik"
telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti
pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk
mengirim dokumen komersial seperti pesanan
pembelian atau invoice secara
elektronik.
Kemudian dia berkembang menjadi suatu
aktivitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat "perdagangan web" —
pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang
menggunakan enkripsi untuk
merahasiakan data penting pelanggan.
Pada awalnya ketika web mulai terkenal di
masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan
menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian
protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara
1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan
ini.
PERKEMBANGAN
Perkembangan E-commerce di Indonesia sendiri
telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net
(www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa
mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) ini telah menampung
sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari
makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran sampai furniture. Selain itu,
berdiri pula http://www.ecommerce-indonesia.com/, tempat penjualan online
berbasis internet yang memiliki fasilitas lengkap seperti adanya bagian depan
toko (storefront) dan shopping cart (keranjang belanja). Selain itu, ada juga
Commerce Net Indonesia - yang beralamat di http://isp.commerce.net.id/. Sebagai
Commerce Service Provider (CSP) pertama di Indonesia, Commerce Net Indonesia
menawarkan kemudahan dalam melakukan jual beli di internet.
Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan
lembaga-lembaga yang membutuhkan ecommerce, untuk melayani konsumen seperti PT
Telkom dan Bank International Indonesia. Selain itu, terdapat pula tujuh situs
yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, yaitu Plasa.com, Interactive Mall
2000, Officeland, Kompas Cyber Media, Mizan Online Telecommunication Mall dan
Trikomsel. Kehadiran Ecommerce sebagai media transaksi baru ini tentunya
menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen, maupun pihak produsen dan
penjual (retailer). Dengan menggunakan internet, proses perniagaan dapat
dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu. Namun sistem E-commerce masih
kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih meragukan keamanan
sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Commerce yang
sebenarnya. Sehingga sampai saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan
e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan
Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan layanan e-commerce untuk
penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi.
Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online.
Perkembangan teknologi informasi menyebabkan
terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari dewasa ini. Salah satu bentuk
nyatanya adalah bisnis yang memanfaatkan internet tersebut dinamakan
e-commerce, yang merupakan perkembangan dari commerce dengan menggunakan media
elektronik yaitu internet. Walaupun masih banyak para pelaku bisnis yang belum
mengenal betul tentang internet tersebut tetapi karena desakan bisnis yang
semakin mengarah ke media ini, banyak para pelaku bisnis mulai menggunakan ini.
Adapun keuntungan utama yang didapat dengan menggunakan teknologi ini adalah
open platform yang tidak tergantung kepada satu vendor tertentu, sehingga
sistem e-commerce tersebut dapat dikembangkan dengan cepat tanpa terikat dengan
satu vendor tertentu. Walapun hingga saat ini belum ada defenisi baku dari
e-commerce, beberapa mengatakan bahwa e-commerce adalah website yang digunakan
untuk berdagang (semacam storefront), di lain pihak ada yang menghubungkan
ecommerce dengan EDI (electronik data interchange) dan seterusnya.
E-commerce sebetulnya dapat menjadi suatu
bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Hal ini tak lepas dari potensi berupa
jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga
e-commerce dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat
yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah-daerah
lainnya membuat e-commerce tidak begitu populer. Hal ini tak lepas dari jumlah
pengguna internet di Indonesia yang hanya sekitar 8 juta orang dari 215 juta
penduduk. Selain itu, e-commerce juga belum banyak dimanfaatkan oleh
perusahaan-perusahaan di Indonesia.
Meskipun relatif banyak perusahaan yang sudah
memasang homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai sarana
perniagaan/perdagangan online. Sebagian besar homepage itu lebih difungsikan
sebagai media informasi dan pengenalan produk. Menurut Adji Gunawan, Associate
Partner dan Technology Competency Group Head Andersen Consulting, secara umum
ada tiga tahapan menuju e-commerce, yakni: presence (kehadiran), interaktivitas
dan transaksi. Saat ini, kebanyakan homepage yang dimiliki perusahaan Indonesia
hanya mencapai tahap presence, belum pada tahap transaksi. Pada akhirnya,
perkembangan teknologi dan peningkatan pengguna internet di Indonesia akan
membuat e-commerce menjadi suatu bisnis yang menjanjikan
REFERENSI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar