Minggu, 17 April 2016

SOFT SKILL MINGGU 7

NAMA : RACHEL AZKADELA
NPM    : 25215485
KELAS : 1EB20


E-COMMERCE
PENYERAPAN TENAGA KERJA
DENGAN ADANYA TRANSPOTASI ONLINE


Bekerja secara terpisah pisah namun terintegrasi dalam sistem online. Menyerap jutaan tenaga kerja, tanpa harus punya kantor dan unit produksi sebesar gedung dan tanah berhektar-hektar. Cukup dengan bermodal motor dan hp berbasis android kita sudah bisa mengais rejeki.

Negara ini kerap ditandai dengan angka pengangguran yang cukup tinggi terutama di Ibukota. Tingginya angka pengangguran ini menyebabkan pemerintah perlu memikirkan sektor industri yang mampu menyerap jutaan tenaga kerja. Namun dengan munculnya ojek online menjadi angin segar para penganggur potensial ini untuk bisa bekerja dimana saja.

Salah satu penyerapan tenaga kerja yang tinggi dialami oleh perusahaan Gojek. Dengan tingkatan pesanan yang menembus 1 juta order bisa dipastikan penyerapan sebuah pekerjaan dengan 1 juta produktifitas. Bahkan mungkin bisa lebih dari itu karena dengan banyaknya berdiri perusahaan Ojek Online lainnya. Tentunya secara signifikan mampu mengatasi angka pengangguran. Bisnis ini telah masuk ke lorong lorong kesumpekan ibukota. Betapa tidak dengan liak liuk motor, transportasi terintegrasi tercipta di Ibukota dan kota penyangganya. Dengan banyaknya ruang kosong Ibukota dalam mengakses warganya, Ojek Online menjadi solusi yang tepat.

Kondisi ojek online hari ini telah berkembang dibeberapa kota besar. Awal ojek online mulai berkembang.seperti jadi keberkahan dan nilai tambah fungsi ojek. Apalagi setelah ojek online membuka peluang pendaftaran secara terbuka, banyak para pengojek yang biasa hanya mangkal menenggelami nasibnya menunggu penumpang, mulai memilih profesi ini. Bisnis online ini memberi nilai tambah signifikan kepada penghasilan mereka. Hanya sayangnya tidak banyak para ojek online tahu bahwa pengusahanya sedang memaksimalkan bisnis data dan informasi mereka. Saat ini pelayanan para pengusaha ojek online mulai berkembang, namun tidak seiring kesejahteraan para pekerjanya yaitu ojek online.

Badan Pusat Statistik (BPS) akan menyelenggarakan sensus ekonomi 2016 untuk mendapatkan data terbaru terkait sektor usaha di Indonesia. BPS memprediksi jumlah usaha akan meningkat menjadi 28 juta usaha.

Dengan transparansi data penyerapan tenaga kerja di setiap perusahaan jasa kurir, imbuhnya, bisa menjadi bukti kepada pemerintah bahwa perusahaan pengiriman ekspres menyerap banyak tenaga kerja. Bahkan, jumlahnya bisa jauh lebih besar ketimbang Go-Jek atau Grab Taxi.

Menurut Kepala BPS Suryamin “ jasa transportasi berbasis online tersebut memiliki prospek menjanjikan dan bisa berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Sebab, jenis usaha tersebut menyerap banyak tenaga kerja dan mendatangkan pendapatan besar bagi pekerjanya. Bisnis seperti itu memiliki prospek untuk meningkatkan produk domestik bruto (PDB),"

Menurut Wakil Ketua Umum DPP Asperindo Budi “bahwa Go-Jek dan Grab Taxi menyerap banyak tenaga kerja. Dia juga sepakat jika penyerapan tenaga kerja yang tinggi oleh Go-Jek ataupun Grab Taxi menyebabkan pemerintah belum memiliki alasan yang kuat untuk melarang ojek daring beroperasi.”

REFERENSI

http://prathamaline.com/news-detail.php?title=aplikasi-transportasi-ojek-didukung-pengusaha-kebingungan&gkd=88


Tidak ada komentar:

Posting Komentar