NAMA : RACHEL AZKADELA
NPM : 25215485
KELAS : 1EB20
E-COMMERCE
PENYERAPAN
TENAGA KERJA
DENGAN
ADANYA TRANSPOTASI ONLINE
Bekerja secara terpisah pisah
namun terintegrasi dalam sistem online. Menyerap jutaan tenaga kerja, tanpa
harus punya kantor dan unit produksi sebesar gedung dan tanah berhektar-hektar.
Cukup dengan bermodal motor dan hp berbasis android kita sudah bisa mengais
rejeki.
Negara ini kerap ditandai dengan
angka pengangguran yang cukup tinggi terutama di Ibukota. Tingginya angka pengangguran
ini menyebabkan pemerintah perlu memikirkan sektor industri yang mampu menyerap
jutaan tenaga kerja. Namun dengan munculnya ojek online menjadi angin segar
para penganggur potensial ini untuk bisa bekerja dimana saja.
Salah satu penyerapan tenaga
kerja yang tinggi dialami oleh perusahaan Gojek. Dengan tingkatan pesanan yang
menembus 1 juta order bisa dipastikan penyerapan sebuah pekerjaan dengan 1 juta
produktifitas. Bahkan mungkin bisa lebih dari itu karena dengan banyaknya
berdiri perusahaan Ojek Online lainnya. Tentunya secara signifikan mampu
mengatasi angka pengangguran. Bisnis ini telah masuk ke lorong lorong
kesumpekan ibukota. Betapa tidak dengan liak liuk motor, transportasi
terintegrasi tercipta di Ibukota dan kota penyangganya. Dengan banyaknya ruang
kosong Ibukota dalam mengakses warganya, Ojek Online menjadi solusi yang tepat.
Kondisi ojek online hari ini
telah berkembang dibeberapa kota besar. Awal ojek online mulai
berkembang.seperti jadi keberkahan dan nilai tambah fungsi ojek. Apalagi
setelah ojek online membuka peluang pendaftaran secara terbuka, banyak para
pengojek yang biasa hanya mangkal menenggelami nasibnya menunggu penumpang,
mulai memilih profesi ini. Bisnis online ini memberi nilai tambah signifikan
kepada penghasilan mereka. Hanya sayangnya tidak banyak para ojek online tahu
bahwa pengusahanya sedang memaksimalkan bisnis data dan informasi mereka. Saat
ini pelayanan para pengusaha ojek online mulai berkembang, namun tidak seiring
kesejahteraan para pekerjanya yaitu ojek online.
Badan Pusat Statistik (BPS) akan
menyelenggarakan sensus ekonomi 2016 untuk mendapatkan data terbaru terkait
sektor usaha di Indonesia. BPS memprediksi jumlah usaha akan meningkat menjadi
28 juta usaha.
Dengan transparansi data
penyerapan tenaga kerja di setiap perusahaan jasa kurir, imbuhnya, bisa menjadi
bukti kepada pemerintah bahwa perusahaan pengiriman ekspres menyerap banyak
tenaga kerja. Bahkan, jumlahnya bisa jauh lebih besar ketimbang Go-Jek atau
Grab Taxi.
Menurut Kepala BPS Suryamin “ jasa
transportasi berbasis online tersebut memiliki prospek menjanjikan dan bisa
berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Sebab, jenis usaha tersebut
menyerap banyak tenaga kerja dan mendatangkan pendapatan besar bagi pekerjanya.
Bisnis seperti itu memiliki prospek untuk meningkatkan produk domestik bruto
(PDB),"
Menurut Wakil Ketua Umum DPP
Asperindo Budi “bahwa Go-Jek dan Grab Taxi menyerap banyak tenaga kerja. Dia
juga sepakat jika penyerapan tenaga kerja yang tinggi oleh Go-Jek ataupun Grab
Taxi menyebabkan pemerintah belum memiliki alasan yang kuat untuk melarang ojek
daring beroperasi.”
REFERENSI
http://prathamaline.com/news-detail.php?title=aplikasi-transportasi-ojek-didukung-pengusaha-kebingungan&gkd=88
Tidak ada komentar:
Posting Komentar